Salam Redaksi POTRET 29
Para Pembaca POTRET Yth,
Selamat bertemu lagi dengan media perempuan Aceh, majalah POTRET yang senantiasa mengangkat persoalan perempuan dari berbagai sudut pandang. Sebagai media komunikasi, para pembaca POTRET sudah secara aktif memberikan respon terhadap persoalan perempuan dan juga mengenai perkembangan POTRET. Lihatlah, setiap hari kami menerima tanggapan positif lewat surat dan sms yang masuk ke meja redaksi. Sebagai media edukasi, POTRET selama ini dijadikan sebagai media mengasah kemampuan membaca dan menulis di kalangan perempuan Aceh di level akar rumput. Bukan hanya itu, POTRET sudah menjadi media belajar menulis yang sangat progresif. Lalu, bagaimana dalam hal advokasi. Tentu saja, sebagai media advokasi, POTRET telah menjadi media advokasi sejak pertama sekali diterbitkan di tahun 2003. POTRET menyuarakan kepentingan perempuan di ranah publik termasuk politik.
Pembaca POTRET Yang Setia,
Menjadi perempuan, kelihatannya memang tidak pernah lepas dari sorotan mata dan kebijakan, baik di negeri ini, maupun di negeri-negeri lain. Perempuan sebagai individu dan komunal, walau memiliki hak azazi sebagaimana layaknya kaum laki-laki, hak kaum perempuan selalu saja, dikebiri atas nama yang bermacam ragam. Sehingga, gerak kaum perempuan dibatasi dengan berbagai macam hambatan, budaya, social, agama dan lain-lain. Akibatnya, perempuan tetap terpuruk dalam sergapan diskriminasi, walau pemerintah kita sudah merativikasi CEDAW, sebuah konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan.
Pembaca POTRET yang Kritis,
Saat ini, kehidupan perempuan terus saja dijadikan sebagi objek dari sebuah kebijakan oleh para penguasa. Sebagai salah satu contoh adalah kebijakan Bupati Aceh Barat yang melarang kaum perempuan menggunakan jeans. Sebuah kebijakan yang dianggap sebagai sebuah sensasi dan controversial, serta diskriminatif terhadap perempuan dengan mengatasnamakan pelaksanaan syariat Islam, sekali lagi menjadikan perempuan sebagai objek. Bisa jadi objek atas segala kepentingan yang menghilangkan hak perempuan untuk mengatur diri mereka. Kapankah ada kebijakan yang pro terhadap perempuan? Simaklah POTRET edisi ini dan kami tunggu respon dari semua pembaca.


Comments for this picture
Comments are not shown to unregistered users. Please register