• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

PASANGAN EMAS DARI FATIH BILINGUAL SCHOOL

E-mail Print PDF

PASANGAN EMAS DARI FATIH BILINGUAL SCHOOL

Yulia Sasmita, kelahiran Banda Aceh 18 Juli1984 yang kerap dipanggil Yulia dan Revita Sari, kelahiran 09 Maret 1984 yang kini masih duduk di kelas II SMA Fatih Bilingual school, Banda Aceh itu pantas berbangga dan berbesar hati. Kebanggan itu jelas bukan hanya milik mereka, tetapi juga milik kedua orang tua, sekolah, kerabat dan akan bagi daerah Aceh sendiri. Betapa tidak, berbekal keuleutan dan ketekunan mereka belajar di SMA Fatih BBS, Banda Aceh, kedua remaja ini mengukir prestasi yang sangat prestise.Yulia dan Revita, keduanya adalah pemegang medali emas, juara I Indonesian Science Project Olympiad (ISPO)

Dengan mengantongi medali emas pada Olimpiade Sains dan Seni Bahasa yang dilaksanakan ISPO (Internasional Science Project Olimpiad ), Pasiad Turki dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nasional di Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta pada Februari lalu, tiket menuju Georgia didapat mereka dengan mudah. Buah dari karya mereka, berjudul perancangan oven dengan bahan bakar sabut kelapa keduanya berhasil menyisihkan 18 karya anak bangsa lainnya dari seluruh sekolah di Indonesia. Wajar saja bila keduanya dinobatkan menjadi duta Indonesia di International Young Investor Project Olympiad (IYIPO) di Georgia yang dilaksanakan pada 8 Mei sampai 15 Mei 2011 mendatang.

Team Blizt majalah POTRET yang selama ini giat memotret remaja-remaja puteri berprestasi dari berbagai tingkatan pendidikan, berhasil mewawancarai kedua duta Indonesia di International Young Investor Project Olympiad (IYIPO) itu. Mereka kelihatan begitu ceria dan bersemangat.

POTRET :Wah, Selamatya. Kalian telah berhasil mengukir prestasi dan akan menjadi duta Indonesia di International Young Investor Project Olympiad (IYIPO) di Georgia. Bagaimana Yulia dan Revita berhasil mendapatkan kesempatan hebat itu.

Revita : Kita sebenarnya sejak dari SD sudah bersama-sama. Sudah saling kenal satu sama lain dan keluarga juga. Kita sama-sama suka belajar dan senang dengan prestasi. Kami juga bersekolah di sekolah yang sama. Jadi waktu itu ada pengummuman ikut ISPO di sekolah kami, ya kami sama-sama cari pasangan. Hmm, tentu saja, karena kami sering bersama sama, kami sepakat berdua ikut bertarung di ISPO ini.

POTRET : Proyek apa yang kalian buat untuk bisa bertarung di ISPO saa titu?

Yulia : Proyek yang kami buat adalah pembuatan oven tanpa penggunaan listrik. Kami memanfaatkan sabut kelapa sebagai bahan bakarnya. Mungkin penggunaan sabut sudah biasa dalam masyarakat kita. Kami melakukan upaya moderenisasinya dengan menambah daya guna dari asap. Nah, asap dari hasil pembakarannya dan abunya bisa kami olah lagi. Abunya bisa digunakan untuk pupuk. Sementara asapnya bisa kami olah lagi menjadi asap cair yang digunakan untuk pengawet makanan dan pengawet kayu dari rayap.

POTRET: Hmm, hebat. Nah,bagaimana asapnya diubah?

Revita : Nah, kami mengubah asapnya menjadi cair. Prosesnya kami lakukan pendinginan. Dari cerobong asap oven, kami pasang pipa yang berbentuk lengkunngan. Lalu, dilengkunagn itu kami letakan air yang berfungsi untuk pendinginan.

POTRET : Hmm, menarik dan kreatif. Dari mana kalian mendapatkan ide itu?

Yulia : Ide itu sebenarnya kita dapatkan setelah melakukan beberapa kali konsultasi dengan dosen MIPA Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh. Ide itu kemudian dikembangkan secara intensif dengan melakukan penelitian hingga 4 bulan lamanya. Kami mendesain oven mulai dari ukuran, hasil dan juga menjadinkannya serbaguna. Hasilnya mengejutkan karena dari konsep sederhana itu, lalu kami kembangkan lagi menjadi lebih aplikatif. Apalagi ide sederhana itu bisa menghasilkan fungsi ganda seperti asap yang diolah menjadi pengawet makanan yang aman dikonsumsi.

POTRET : Kalian berdua sepakat untuk ikut bertarung di arena ISPO dan lulus seleksi. Cerita dikit dong, apa trik suksesnya?

Revita : Kunci suksesnya ya, tentu saja belajar ya. Pertama sekali adalah adanya kemauan untuk meraih sukses. Kemudian diiukuti dengan kesungguhan dan usaha yang terus menerus. Mebangun kerja sama team dan saling menjaga dan menghormati dalam memberikan pendapat.

POTRET: Nah, terkait dengan peran sekolah. Bisa ceritakan apa peran yang dimainkan sekolah dalam mendorong kesuksesan Yulia dan Revita?

Yulia : Sekolah sebagai lembaga yang selama ini menempa kami untuk mampu bersaing, berusaha mencari event-event yang bisa kami ikut berpartisipasi. Salah satunya, ya ISPO ini. Sekolah juga memberikan bimbingan dalam menyiapkan mental kami, menyiapkan diri keperlombaaan itu. Para guru danteman di sekolah sangat mendukungnya.

POTRET : Setelah memenangkan medali emas yang sangat membanggakan itu, apa rencana anda ke depan?

Yulia : Ya kami akan terus melakukan percobaan-percobaan terhadap konsep-konsep baru yang akan kami coba temukan lagi nanti. Semoga saja hasil kerja kami dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dikembangkan oleh pihak pemerintah.

POTRET : Nah, Yulia dan Revita akan bertarung ditingkat Internasional di Georgia nanti. Apa harapan Yulia dan Revita dalam ajang IYIPO di Geogia.

Yulia : Ingin memberikan yang terbaik buat sekolah, keluarga, Aceh dan juga Indonesia.

POTRET : Apa yang sudah dipersiapkan?

Yulia : Kita sudah persiapkan video, makalah, brosur, poster dan menyiapkan mental serta kemampuan bahasa Inggris. Doakan saja kami sukses disana. Salam buat semua rekan dan para pembaca POTRET.

 

 

Top Menu


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/ccderd/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

ARTICLE


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/ccderd/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

Layanan Iklan POTRET

 

Polling

Bagaimana menurut anda POTRET Edisi 53?