CCDE - Center For Community Development and Education
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Hidup Mandiri

E-mail Print PDF

Hidup Mandiri

Oleh Elly zulfinar

Ulee kareng

Namaku “ Elly zulfinar “ lebih akrab di panggil Finna. Anak pertama dari 10 bersaudara. Aku tinggal di sebuah rumah di dekat cafe “ Petuah tu “ tepatnya di Ulee kareng. Aku lahir dan besar disana. Kehidupanku sederhana dan seadanya saja.

Semenjak aku menginjakkan kaki disekolah MIN Ulee kareng, aku sudah mulai hidup mandiri. Mandiri itu penting lho!!! Apabila diberikan uang saku buat jajan oleh orang tuaku, aku lebih memilih menabung dibandingkan buat mengisi perutku, tapi tak selalu tahan lapar kan...? ya...! sesekali aku makan juga kalau lagi lapar.

Kebiasaan-kebiasaan itu membuat aku bangga, dengan simpanan uang yang aku tabung. Bisa dibilang caraku menabung adalah sebuah adat pada diriku sampai sekarang. Malahan sampa SMA pun aku masih mempertahankan kebiasaanku untuk menabung, dengan itu aku belajar hidup hemat. Itulah ang selalu aku inginkan, aku tak ingin membeli sesuatu yang tidak bermamfaat. Aku menyelesaikan Pendidikanku hanya SMA, aku bersekolah pada SMA negeri 4 Banda Aceh, disamping aku bersekolah aku juga membuat kue bersama ibuku dan menitipkan diwarung-warung sebelum berangjat kesekolah, gak itu saja aku juga semapat berjualan kue disekolah sambil mencari ilmu.

Pad asuatu hari aku terlambat berangkat kesekolah, bukan karena telat bangun, justru dikarenakan sewaktu pagi aku harus mengantarkan kue dulu kewarug-warung. Nah inilah kendalaku sewaktu berangkat kesekolah.

Hampir setiap hari aku telat masuk sekolah, karena harus mengantarkan kue dan tidak jarang pula aku harus dihukum oleh guru piket karena sering sekali terlambat, mungkin guruku sudah mulai muak, karena aku selalu yang terlambat.

Aku sering mendapatkan hukuman seperti “ Hormat tiang bendera “ dan lari dilapangan 50x putaran, tapi semua itu bukan aku sengaja melainkan aku terpaksa melakukan ini semua demi membantu orang tua mencari uang, sungguh aku tak sampai hati melihat kedua orang tuakukesusahan dan sampai hari ini pun aku masih menjalankan usaha pembuatan kue bersama kedua orang tuaku. dan ingatlah kawan Tuhan tidak akan mengubah nasib seorang kaum jika dia sendiri tidak mau merubahnya “

 

Comments (0)
Only registered users can write comments!