PEREMPUAN, JAGALAH KESEHATAN
Oleh : Jasmani
Klp Bintang Seroja-Abdya
Kita masih ingat dengan RA Kartini yang memperjuangkan emansipasi perempuan dengan susah payah. Walau susah payah, perjuangannya sudah banyak mendatangkan hasil. Perjuangan Kartini telah membawa perubahan yang cukup berarti bagi kaum perempuan di Indonesia. Salah satu dari buah perjuangan itu adalah banyaknya perempuan yang bekerja dan menjadi wanita karir, tapi masih tetap mempunyai kedudukan sebagai ibu rumah tangga. Perempuan tak luput dari pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga, mengurus anak, mengurus suami, dan semua tugas yang berhubungan dengan rumah tangga yang harus dikerjakannya. Terkurasnya waktu dalam mengurus rumah tangga, banyak perempuan yang tidak sempat merawat diri atau menjaga kesehatan tubuh mereka. Apalagi para perempuan desa yang jauh dari kota, mereka sangat mudah terkena penyakit.
Memang banyak pula perempuan, terutama yang tinggal di kota, yang biarpun banyak kesibukan , mereka masih bisa menjaga kesehatannya. Baik kesehatan jasmani maupun rohani. Sehingga sampai tua pun mereka tetap kuat dan bersemangat. Siapakah mereka? Mereka adalah para perempuan yang memiliki ilmu dan pengetahuan tentang arti penting menjaga kesehatan.
Menjaga kesehatan bagi perempuan sangatlah perlu. Perempuan wajib menjaga kesehatan tubuh mereka. Dikatakan begitu, ya karena tubuh perempuan sangat rentan terhadap berbagai penyakit. Banyak kemungkinan penyakit yang bakal menyerang perempuan. Apalagi kalau perempuan tersebut sudah menggunakan semua alat reproduksi mereka. Kita sering mendengar tentang penderitaan perempuan yang sakit saat mengalami masa haid atau menstruasi. Kita juga sering melihat penderitaan perempuan saat masa hamil, juga sangat banyak perempuan yang sakit akibat melahirkan. Bahkan tidak sedikit perempuan atau ibu yang meninggal karena melahirkan.
Lain lagi dengan ancaman penyakit-penyakit yang tergolong berat dan mahal. Misalnya kanker payudara, tumor ganas dan lain-lain. Penyakit-penyakit ini selalu saja mengancam kehidupan perempuan. Oleh sebab itu, perempuan memang perlu mempelajari tentang hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan. Ilmu dan ketrampilan perawatan kesehatan sangat penting bagi perempuan. Bila tidak mau belajar dan menjaga kesehatan, maka, kasus-kasus ibu meninggal karena melahirkan tidak dapat dihindari. Banyak kita lihat sekarang angka kematian yang terjadi saat ibu melahirkan anak. Tingginya angka kematian ibu tersebut banyak disebabkan oleh rendahnya (minimnya) pengetahuan para perempuan atau sang ibu tentang perawatan kehamilan dan melahirkan yang sehat dan benar. Juga disebabkan oleh gizi yang kurang, sehingga bayi yang dilahirkanpun tidak normal, bahkan sering berujung pada kematian.
Kiranya, para perempuan kini harus semakin sadar untuk menjaga kesehatan. Jangan ada alasan – alasan yang mengabaikan kebutuhan akan perawatan kesehatan. Sekarang fasilitas kesehatan sudah mulai dekat dengan kita. Tiap-tiap desa ada posyandu yang dilaksanakan sebulan sekali. Kegiatan ini perlu diikuti oleh semua ibu hamil untuk menjaga kandungannya tetap sehat. Bila saat mengandung sehat, maka bayi yang dikandungpun mendapatkan penambahan gizi. Semua ini demi bayi yang dilahirkan nantinya sehat, sempurna dan selamat.
Cara lain menjaga keselamatan bayi dan ibu hamil adalah dengan cara meningkatkan ilmu lewat pelatihan atau hal-hal yang menyangkut tentang kesehatan baik itu dari posyandu, Bisa pula dengan membaca dari majalah, berita, atau koran untuk menambah pengetahuan tentang kesehatan. Bahkan selama ini banyak organisasi yang memberikan pelatihan kesehatan reproduksi bagi kaum perempuan. Celakanya, ada saja alas an perempuan untuk tidak mengikuti pelatihan.
Selain itu juga perempuan harus mempergunakan waktu yang sebaik-baiknya. Prinsip peribahasa “ time is money” atau waktu adalah uang, juga seharusnya ada di setiap peempuan. Jadi pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya selagi kita mau belajar untuk kemajuan diri kita.
Di masa era globalisasi ini, perempuan-perempuan Indonesia harus sehat dan mau menjaga gizi yang baik. Gizi yang baik bermula dari perkembangan lingkungan tempat tinggal /rumah. Peran utama perempuan Indonesia berperan penting dalam mengatur gizi, terutama dirumah tangga. Gizi yang seimbang terutama bagi ibu hamil. Untuk itu, perempuan harus bisa memilih makanan yang baik dan bergizi untuk anak-anak yang cerdas terutama bagi balita. Seperti kata pepatah: “ dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa sehat.”
Ingatlah bahwa menjaga kesehatan makanan, adalah hal yang mutlak harus ada bagi perempuan. Banyak kita lihat pada zaman sekarang, produk makanan begitu banyak yang beracun. Seorang ibu dituntut harus teliti dan cermat dalam mengkonsumsi makanan. Karena masa pertumbuhan sangat tergantung pada ibunya. Karena bila ada seorang ibu yang bijaksana dan pandai mengatur gizi, maka tidak ada lagi anak yang lahir bodoh dan cacat. Karena banyak kita baca di koran dan majalah, banyak bayi yang lahir cacat dan meninggal dunia hanya karena ibu dan masyarakatnya belum mengerti akan kesehatan ibu dan anak. Bisakah para perempuan menjaga kesehatan? Bila tidak, sakit itu akan dibayar mahal.




















