CCDE - Center For Community Development and Education
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

E-mail Print PDF

KENAPA HARUS BERJILBAB ?

Penerapan Syariat Islam di Aceh, mewajibkan beberapa peraturan baru di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang salah satunya adalah kewajiban menutup aurat bagi para wanita. Peraturan tersebut memaksa sebagian besar wanita-wanita Aceh untuk menggunakan jilbab/kerudung dengan berbagai alasan, takut pada razia Dinas Syariat, sekedar ikut-ikutan, bahkan hanya karena tidak enak dengan pandangan orang-orang di sekelilingnya. Sangat sedikit yang menggunakan jilbab berdasarkan pada kesadaran karena ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Sehingga yang banyak kita lihat saat ini adalah wanita-wanita yang bukan menutup auratnya melainkan membungkus tubuhnya yang lebih dikenal dengan “Kudung Gaul”.

Hadist Rasulullah SAW :

Nabi melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki” (H.R. Abu Daud dan Nasa’i)

Banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, kurangnya pemahaman keagamaan, mengetahui tetapi tidak mau mengerjakan karena dianggap kuno, kampungan dan tidak modis. Tidak ada dukungan bahkan larangan dari orang tua dengan alasan sulit dapat jodoh. Padahal, kita semua percaya bahwa Allah SWT yang menentukan segalanya. Namun, inti dari semua faktor tersebut ialah belum mendapatkan Hidayah dari Allah SWT. Perlu diingat, Hidayah tidak akan pernah datang jika kita tidak berusaha meraihnya dengan sungguh-sungguh.

Pernahkah kita bertanya? Mengapa Allah mewajibkan kita menggunakan jilbab?

Firman Allah SWT :

Wahai Nabi (SAW) katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu dan istri-istri orang mu’min, agar mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (Q.S. 33 : 59)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya serta tidak menampakkan perhiasannya kecuali (yang biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka” (Q.S. 24 : 31)

Yaitu tidak menampakkan sedikit pun perhiasannya kepada orang-orang asing (bukan muhrim) kecuali sesuatu yang tidak mungkin disembunyikan berupa pakaian yang tidak menyolok, dan hendaklah mengulurkan penutup kepalanya (hijab) sampai ke dadanya hingga tertutup.

Ibnu Abbas Berkata : “Allah SWT memerintahkan istri-istri orang-orang yang beriman hal tersebut di atas agar mereka dikenal dengan tertutup rapi, bersih dan suci. Dan dengan demikian ia tidak akan diganggu oleh orang-orang yang jahat”

Kita bisa perhatikan, siapa yang lebih sering digoda dan diganggu lelaki di jalan? Tentu wanita-wanita yang berdandan ala jahiliah.

Rasulullah SAW Bersabda :

Saya tidak meninggalkan fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki dari pada fitnah wanita” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bagi para wanita yang masih dibalut keraguan untuk menggunakan jilbab, percayalah jilbab tidak akan membuat anda terlihat kuno. Bahkan anda akan lebih anggun dalam balutan pakaian taqwa. Hidayah Allah mengantarkan kita pada Kelezatan Iman yang tidak dapat ditukar dengan apapun.

Semoga kita mampu menjadikan Khadijah sebagai tauladan dan panutan dalam pengorbanan jiwa dan hartanya. Aisyah sebagai teladan dan panutan dalam pemahaman terhadap agama dan keluarga Yasir dalam kesabaran dan berpegang teguh pada agama Allah SWT. (Dar Al-Gasem)

Dan semoga Allah SWT senantiasa membimbing langkah-langkah kita dan menempatkannya pada jalan yang benar, menjadikan kita wanita-wanita yang berhasil meraih kebaikan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, Amin.

Penulis,

Rahmi Abdul Karim Cut Hasan

Staff Officer Yayasan RATA

(Rehabilitation Action For Torture Victims In Aceh)

Geulanggang Teungah – Bireuen

 

Comments (0)
Only registered users can write comments!