CCDE - Center For Community Development and Education
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

E-mail Print PDF

Kehadiran bayi yang Tak diharapkan

Oleh Aidar

KPUK Bunga SakuraDesa Krueng baro , Kecamatan Labuhan Haji, Aceh selatan

Kini, semakin banyak kita temukan kasus pembuangan bayi di negeri ini. Bukan hanya di perkotaan, tetapi juga terjadi dipelosok-pelosok desa. Seperti yang terjadi di Pidie baru-baru ini, seorang ibu membuang bayinya ke sungai. Di lain kasus, seperti yang dimuat di harian Serambi Indonesia pada tanggal 5 Mei 2008. Tepatnya hari Minggu sekitar jam 12.30, di komplek pengajian ibu – ibu RT, seorang ibu meracuni 3 anaknya karena terdesak oleh faktor ekonomi yang semakin hari semakin menipis. Penghasilannya jauh dibawah standar membuat hatinya gelap dan sering stres. Apalagi ditambah dengan tidak adanya penghasilan dari suami yang ketika pulang kerumah dengan marah – marah saja. Karena tidak sanggup dengan keadaan yang terus saja berlarut seperti itu, sehingga membuat dia bertindak sadis dengan meracuni anak-anaknya.

Banyaknya kasus pembunuhan bayi ini, baik di Aceh khususnya ,maupun di Indonesia pada umumnya, membuat kita menjadi prihatin dengan kejadian yang terus menerus tanpa ada upaya untuk mencegahnya. Keadaan yang seperti ini dapat mencoreng nama baik negara kita, apalagi bagi Aceh yang sangat terkenal dengan “ SERAMBI MEKKAHnya “.

Kekhawatiranseperti ini, hampir dirasakan oleh semua masyarakat. Mereka takut kejadian itu merebak terus. Apalagi kalau kurangnya perhatian dan tindakan oleh pihak penegak hukum terekait terhadap pelaku-pelaku itu sendiri. Pertanyaan kita, apa yang menjadi latar belakang terjadinya pembunuhan dan pembuangan bayi tersebut.Seperti disebutkan di atas, bahwa salah satu penyebabnya adalah karena faktor ekonomi. Di samping itu juga karena kurang didikan akhlak dari orang tuanya sendiri yang membuat dia terjurumus kepergaulan yang rata-rata dari itu semua terseret ke jurang kenistaan.

Ketika peristiwa semacam ini terjadi, biasanya yang akan terseret ke pengadilan atau ke penjara adalah sang ibu sendiri. Ya, perempuan itu sendiri. Dengan demikian, perempuan yang menjadi korbannya, tanpa ada pertanggung jawaban dari pihak manapun. Maka banyak bayi yang tidak diharapkan lahir kedunia dan juga sekaligus menemui ajalnya ditangan ibunya sendiri yang melahirkan dia. Ada juga yang melakukan itu semua untuk menutupi aibnya atau harga diri anaknya sendiri. Jangan sampai sewaktu dia tumbuh besar dan dijuluki sebagai “ Anak haram “ . Sudah pasti membuat ia merasa menyesal, kanapa ia mesti dilahirkan kedunia kalau hanya untuk menerima hinaan dan caci maki dari orang-orang disekelilingnya.

Oleh karena itu bagi seorang ibu yang menghadapi keadaan demikian, cobalah untuk berfikir dengan akal sehat. Apakah dapat menyelesaikan masalah atau malah menambah masalah?. Kita juga perlu meneropong melalui kacamata agama, dosa atau tidakkah perbuatan kita tersebut.

 

 

Comments (0)
Only registered users can write comments!