• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
E-mail Print PDF

Pemicu Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Oleh : Nurma

Bener Meriah

Kekerasan dalam rumah tangga dapat dipicu oleh banyak faktor. Diantaranya ada faktor ekonomi, pendidikan yang rendah, cemburu dan bisa juga disebabkan adanya salah satu orang tua dari kedua belah pihak, yang ikut ambil andil dalam sebuah rumah tangga. Kekerasan dalam rumah tangga yang disebabkan faktor ekonomi, bisa digambarkan misalnya minimnya penghasilan suami dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga.

 

Terkadang ada seorang istri yang terlalu banyak menuntut dalam hal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, baik dari kebutuhan sandang pangan maupun kebutuhan pendidikan. Dari situlah timbul pertengkaran antara suami dan istri yang akhirnya menimbulkan kekerasan dalam rumah tangga. Kedua belah pihak tidak lagi bisa mengontrol emosi masing-masing. Seharusnya seorang istri harus bisa memahami keuangan keluarga. Naik turunnya penghasilan suami sangat mempengaruhi besar kecilnya pengeluaran yang dikeluarkan untuk keluarga. Disamping pendapatan yang kecil sementara pengeluaran yang besar seorang istri harus mampu mengkoordinir berapapun keuangan yang ada dalam keluarga, sehingga seorang istri dapat mengatasi apabila terjadi pendapatan yang minim. Cara itu bisa menghindari pertengkaran dan timbulnya KDRT di dalam sebuah keluarga.

Dari faktor pendidikan, bisa disebabkan oleh tidak adanya pengetahuan dari kedua belah pihak bagaimana cara mengimbangi dan mengatasi sifat-sifat yang tidak cocok diantara keduanya. Mungkin di dalam sebuah rumah tangga ada suami yang memiliki sifat arogan dan cenderung menang sendiri, karena tidak adanya pengetahuan. Maka sang istri tidak tahu bagaimana cara mengatasi sifat suami yang arogan itu sendiri. Sehingga, sulit untuk menyatukan hal yang berbeda. Akhirnya tentulah kekerasan dalam rumah tangga. Kalau di dalam rumah tangga terjadi KDRT, maka perempuan akan menjadi korban yang utama. Seharusnya seorang suami dan istri harus banyak bertanya dan belajar, seperti membaca buku yang memang isi bukunya itu bercerita tentang bagaimana cara menerapkan sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Di dalam sebuah rumah tangga butuh komunikasi yang baik antara suami dan istri, agar tercipta sebuah rumah tangga yang rukun dan harmonis. Jika di dalam sebuah rumah tangga tidak ada keharmonisan dan kerukunan diantara kedua belah pihak, itu juga bisa menjadi pemicu timbulnya kekerasan dalam rumah tangga. Seharusnya seorang suami dan istri bisa mengimbangi kebutuhan psikis, di mana kebutuhan itu sangat mempengaruhi keinginan kedua belah pihak yang bertentangan. Seorang suami atau istri harus bisa saling menghargai pendapat pasangannya masing-masing.

Sepertti halnya dalam berpacaran. Untuk mempertahankan sebuah hubungan, butuh rasa saling percaya, pengertian, saling menghargai dan sebagainya. Begitu juga halnya dalam rumah tangga harus dilandasi dengan rasa saling percaya. Jika sudah ada rasa saling percaya, maka mudah bagi kita untuk melakukan aktivitas. Jika tidak ada rasa kepercayaan maka yang timbul adalah sifat cemburu yang kadang berlebih dan rasa curiga yang kadang juga berlebih-lebihan. Tidak sedikit seorang suami yang sifat seperti itu, terkadang suami juga melarang istrinya untuk beraktivitas di luar rumah. Karena mungkin takut istrinya diambil orang atau yang lainnya. jika sudah begitu kegiatan seorang istri jadi terbatas. Kurang bergaul dan berbaur dengan orang lain. Ini adalah dampak dari sikap seorang suami yang memiliki sifat cemburu yang terlalu tinggi. Banyak contoh yang kita lihat dilingkungan kita, kajadian seperti itu. Sifat rasa cemburu bisa menimbukan kekerasan dalam rumah tangga.

Kekerasan dalam rumah tangga juga bisa disebabkan tidak adanya rasa cinta pada diri seorang suami kepada istrinya, karena mungkin perkawinan mereka terjadi dengan adanya perjodohan diantara mereka tanpa didasari dengan rasa cinta terlebih dahulu. Itu bisa membuat seorang suami menyeleweng dari garis-garis menjadi seorang suami yang baik dan lebih bertanggung-jawab. Suami sering bersikap kasar dan ringan tangan. Untuk menghadapi situasi yang seperti ini, istri butuh kesabaran yang sangat amat besar. Berusaha berbuat semanis mungkin agar suami bisa berubah dan bersikap manis kepada istri.

Maka dari itu, di dalam sebuah rumah tangga kedua belah pihak harus sama-sama menjaga agar tidak terjadi konflik yang bisa menimbulkan kekerasan. Tidak hanya satu pihak yang bisa memicu konflik di dalam rumah tangga, bisa suami maupun istri. Sebelum kita melihat kesalahan orang lain, marilah kita berkaca pada diri kita sendiri. Sebenarnya apa yang terjadi pada diri kita, sehingga menimbulkan perubahan sifat yang terjadi pada pasangan kita masing-masing.

 

 

Triggers of violence in the household

Violence in the household can be triggered by many factors. These factors could be economic, low education, jealousy and could also be caused by one of the parents of either partner taking sides in the household. Domestic violence in the house caused by economic factors can happen for example when the husband's income is minimal and unable to make ends meet.

Sometimes the wife is too demanding of household needs, for the basic needs of food, clothing or education. Arguments between the husband and wife grows from there and finally leads to violence in the household. Both parties can not control their emotions. The wife should understand the financial situation of the family. Fluctuations in the husband's income have a big influence on the size of the family budget. Even when the income is small and the expenses are large, the wife must be able to to coordinate whatever the finances are in the family, so that she can overcome whatever happens with a minimum income. In that way arguments leading to domestic violence can be avoided.

In terms of education, domestic violence can result from lack of knowledge on both sides in how to offset and overcome differing characteristics between them. Maybe in a household there is a husband who is arrogant and inclined to be selfish, in the absence of knowledge. So the wife doesn't know how to cope with the arrogant behaviour by herself. It is then difficult to unite these differences and finally domestic violence results. If this occurs, the women will be the main victim. The husband and wife should ask and learn, like reading a book about how to become a family that is peaceful and loving with abundant blessings.

In a household there needs to be good communication between husband and wife, so that there is harmony. If there is no harmony and compatibility between both parties, this can become a trigger for violence. The husband and wife should balance their psychological needs, where those needs conflict, the husband and wife must value each others opinion.

The same as when dating. To maintain a relationship, there needs to be trust, understanding, mutual respect, and so on. So also in the home the relationship must be based on mutual trust. If there is a feeling of trust, then it is easy for us to do activities. If there is no trust, then there is jealousy which is sometimes excessive and suspicion which is also sometimes excessive. There are more than a few husbands who behave like this, sometimes the man forbids his wife to do activities out of the house. Because he is afraid the wife will be taken by someone else. If this is so, the activities of the wife become limited. Lacking opportunities to socialise and mix with other people. This is the impact from the husband's jealous behaviour. There are many examples that we see in the environment around us, situations like that. Jealousy can cause violence in the household.

Domestic violence can also result from a lack of love towards the husband or the wife, maybe because their marriage was arranged without a feeling of love between them. That can make the man deviate from the line of a good and responsible husband. The man often behaves rough and heavy handed. To face a situation like this, the wife needs a huge amount of patience. Trying to be as sweet as possible so that her husband can change and behave sweetly to her.

So then from this, in the home both sides must be on guard against conflict which can lead to violence. It's not just one side that can trigger conflict in the household, it could be the husband or the wife. Before we see the mistakes of other people, let's reflect on ourselves. Actually whatever happens to us will give rise to a change in behaviour for each of our partners.

 

 

Top Menu


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/ccderd/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

ARTICLE


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/ccderd/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday729
mod_vvisit_counterYesterday763
mod_vvisit_counterThis week4027
mod_vvisit_counterLast week4523
mod_vvisit_counterThis month17061
mod_vvisit_counterLast month25038
mod_vvisit_counterAll days851479

Layanan Iklan POTRET

 

Polling

Bagaimana menurut anda POTRET Edisi 53?