CCDE - Center For Community Development and Education
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

E-mail Print PDF

Bunyi Jeritan Rindu Karena Kuah Pliek U

By Bung Ga/1.20/230807/ceritatentanghatiseorangibuyangmerindukananaknya

Tiap hari ibu Sumini menangis dibelakang meja didapur ketika dia sedang memasak kuah pliek u untuk menu kawan nasi keluarga! seperti ada sebuah kenangan indah dengan kuah pliek u atau sebuah cerita panjang yang menyayat hati ibu Sumini ketika dia sedang meremas pliek u untuk dituangkan kedalam belanganya!

Apa yang terjadi? Hanya ibu Sumini yang tau!

tok,, tok,, tok!

terdengar ketukan pintu depan rumahnya!

Seperti biasa, dengan tergesa-gesa ibu Sumini bangun dan segera buka pintu. Seperti ada seorang yang selalu dinanti kedatangan nya oleh bu Sumini!

”Permisi?”

tegur tetangga nya yang ingin minta satu kelapa tua –mungkin dia juga ingin masak-

”Oh, kirain siapa! Ada dibelakang ambil aja!”

sahut bu Sumini dengan nada yang biasa aja!

dan dengan sedikit senyum kesal atau sekedar agar dibilang menghargai Bu sumini kembali lagi kedapur melanjutkan pekerjaannya!

Dengan wajah yang sedikit lesu campur sedih bu Sumini meremas lagi pliek u yang ingin dimasaknya. Dia masih saja nampak lesu, kaku tak bisa berkata dan hanya sedih mengeluarkan air mata seperti ada beban yang sangat mnyentuh dan seperti juga ada sebuah rasa yang telah lama hilang dari wajah manis bu Sumini,

Dimana dia? cetus bu Sumini dalam hati.

Aku takut setelah sekian banyak berita yang mengisahkan kekerasan disana, aku semakin takut setelah mendengar kalau banyak yang mati dalam penyiksaan yang dilakukan oleh mereka disana?

Bagaimana dengan nya?

apakah dia masih bisa diharapkan seperti yang kami harapkan kemarin?

semoga saja,, tapi dia tetap harus seperti yang ku harapkan,,

Anakku, ibu sudah tidak sabar menantimu, setelah setahun lebih kau disana, kamu baik –baik saja kan?

cetusnya lagi dalam hati, iya hati yang paling dalam,,

Dengan isak tangis karena sebuah kerinduan yang tidak bisa dibayar oleh harga setinggi apa pun dan sudah meluap kepada Joni anaknya yang tercinta.

(Rupanya bu Sumini lagi merindukan anaknya yang berada jauh disana dan sudah lama tidak berjumpa).

”Bu,, jangan terlalu dipikirin, dia pasti akan baik-baik saja!”

bu Sumini terkejut tiba-tiba mendengar suara pak Karim suaminya yang sedang meneguk, menikmati secangkir kopi dari sudut meja dapur itu juga,

Dia pasti akan baik-baik aja! tambah pak kasim menghibur dan memberi semangat pada bu Sumini istri tercinta nya. (Walaupun dia juga sangat rindu tapi terpaksa mengeluarkan kata seperti itu untuk menghibur istrinya agar tabah menanti dan selalu melihat hal ini sebagai hal yang positif)

Nangis selalu bukanlah hal yang bisa menyelesaikan masalah, berdoa lah untuk kebaikan nya! ungkap pak Karim dengan nada lembut.

tapi pak, saya sangat khawatir.. kapan dia pulang

kenapa sich dia ngak mau pulang walau satu hari aja..

pak coba telpon lagi dia,, saya udah pengen sekali memeluknya dan menyiapkan kuah pliek u kesukaan dia sambil makan bersama, ketawa dan bercerita tentang apa saja, saya kangen pak! Sambung bu Sumini.

Iya bu,, saya kangen juga. tapi bagaimana? Orang tua mana yang tidak kangenkan anaknya apalagi sudah lama tidak berjumpa!!,, Mungkin dia ngak pulang karena ada kegiatan atau hal lain yang ingin diselesaikan,, dia pasti pulang, Kita doakan saja dia akan baik-baik aja, iya?? Tambah pak Karim lagi membujuk.

setelah kata –kata pak Kasim tadi. bu Sumini sudah mulai lega, sudah ada sedikit wajah senyum, walaupun rasa rindu pada Joni, telah menenggelamkannya dalam hari-hari yang terasa sangat mebosankan. tapi bu Sumini pasti akan menangis setiap kali memasak kuah pliek u, bagaimana tidak! itu adalah makanan kesukaan Joni, Joni anak tercintanya.

Dulu sebelum Joni pergi kesana. Apabila Bu sumini memasak kuah pliek U, Joni pasti akan tertawa gembira dan memeluk bu Sumini untuk ucapan terima kasih karena telah memasak Kuah Pliek U Kesukaan nya. Bukan itu saja, tapi yang tidak bisa bu Sumini lupakan lagi adalah ketika dia melihat Joni dengan lahap menyantap nasi dengan kuah Pliek u Kesukaannya bahkan sampai nambah makan beberapa kali. (hal yang tidak bisa bu Sumini lupakan).

Setiap Hari Bu Sumini selalu murung, makanya setiap kali ada ketukan pintu yang tiba-tiba, bu Sumini selalu terkejut dan segera kepintu berharap Joni datang dan dia dapat memeluknya erat –erat sekalian mau memastikan kalau Joni dalam keadaan baik-baik saja. Memang dari awalnya bu Sumini tidak rela Joni kuliah jauh ke jawa, kalau terjadi apa-apa seperti ini siapa yang akan lihat dia? Siapa yang akan memperhatikan dia kalau akan terjadi apa-apa? Tapi karena keinginan Joni yang sudah bulat akhirnya dengan jiwa yang pasrah bu Sumini merelakannya. Hanya doa yang bisa bu Sumini ucapkan agar semua yang dia pikirkan tidak akan pernah terjadi.

Bu Sumini sangat khawatir terhadap Joni, mungkin sekarang tidak akan ada yang tidak khawatir kalau anak tercinta nya kuliah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sekarang siapa yang tidak tau kondisi IPDN! Dengan berbagai macam perlakuan (perlakuan yang tidak berhati) dipukuli sekuat tenaga, ditendang dengan cara lebih dari cara militer, bahkan sampai mati karena perut dan dadanya selalu didarati oleh pukulan yang sangat tidak manusiawi. Padahal tidak ada yang bersalah. (supaya beda senior dan Junior; apakah harus begitu caranya?).

Bu Sumini selalu gelisah, setiap nonton berita yang menceritakan kasus kekerasan di IPDN, setelah mendengar ada dua orang praja yang mati hari ini.. semoga tidak ada jatah untuk Joni untuk satu liang kematian yang selalu menjemput praja disitu. Hanya itu yang bisa bu sumini katakan.

Hari-hari yang membosankan dilaluinya dengan sabar dan berdoa agar anak tercinta nya tidak sedang dipukuli disana, dan pasti akan menangis ketika bu Sumini sedang memasak kuah Pliek U (Masakan kesukaan Joni)

Untuk menghilangkan kegalauannya sesekali bu Sumini sengaja keluar rumah dan bergabung dengan ibu-ibu tetangga yang lain bercerita dan ngerumpi kadang – kadang juga. pasti ada aja bahasan yang dibicarakan kalau para tetangga dan bu Sumini berkumpul sekedar melepas lengah, lenguh dan kegalauan, dan sekedar untuk lebih terasa fresh dibandingkan dirumah yang kerjanya hanya nonton dan masak dan nyuci dan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Suatu hari, tidak sengaja para tetangga – tetangga bu Sumini sedang ngebahas tentang kejamnya sebuah peristiwa yang terjadi di IPDN, (perguruan tinggi yang telah menjadi dambaan semua rakyat indonesia).

Ngeri,,

Alangkah tak bermoral para praja yang membantai itu

Menendang dada anak orang semaunya, apakah mereka masih ada hati?

tak sengaja bu sumini kesitu (seperti biasa ingin berkumpul bersama tetangga hanya untuk menghilangkan lelah, lenguh dan hal-hal lain yang buat Hank). Alangkah terkejut Bu Sumini dengan wajah sedih yang langsung tergambar menggantikan wajah manisnya, setelah mendengar para tetangga nya bercerita tentang kekerasan yang sangat mengerikan di Institut tempat anaknya kuliah, (siapa yang tidak tau bagaimana kekerasan di IPDN),,

Semoga aja anakku baek-baek aja,,, iya buk?

suara Bu Sumini sekejap langsung menghentikan pembicaraan mereka yang sudah sangat nyambung!

Eh,, bu Sumini!

Bukan maksud kami buat bu Sumini sedih? kami juga pasti akan doain Joni supaya dia baik-baik aja. sahut ibu tetangga disitu,

iya saya ngerti,,,

saya sangat ngerti. tapi entah mengapa saya pasti akan nangis kalau saya sedang masak kuah Plik U masakan kesukaan nya, mudah-mudahan dia masih bisa menikmati enaknya kuah plik U masakan ku,

Dia pasti baek-baek aja, nyambung ibu yang satu lagi seolah dia tau itu pasti. (paling ngak bisa buat bu sumini tidak terlalu larut dalam kesedihan).

Banyak hal yang mereka bicarakan seputar kekerasan yang terjadi di IPDN, tak terasa lebih 2 jam mereka ngebahas itu-itu aja. (pasti bu Sumini akan sedih banget).

tapi itu sudah biasa bu sumini lalui, itu udah sangat biasa terjadi pada diri bu sumini. Lebih sedih lagi, ketika dia melihat adegan kekerasan IPDN yang disiarkan di Metro Realitas;

Melihat bagaimana para praja junior dibariskan dan ditendang satu persatu di didada mereka oleh para seniornya!,

mendengar jeritan mereka setelah ditendang dan dipukuli,, (yang terpikirkan adalah bagaimana jeritan joni disana!?)

melihat kalau ada praja yang mati karena selalu dipukuli! Apakah joni telah tersedia juga jatah untuk satu liang kematian yang selalu menjemput praja disitu?

apalagi kalau dia sedang masak kuah pliek U, bu Sumini pasti akan menangis, menangis dan hanya menangis.

(hati orang tua mana yang tidak akan sedih, memikirkan buah hati mereka satu-satunya berada dalam lingkaran kekerasan, ketika si jantung hati mereka berdiri diujung liang kematian yang tiap hari selalu tergali karena berbagai macam perlakuan kekerasan, kalau hal itu benar-benar terjadi?!! pasti bu Sumini tidak akan pernah lagi melihat Joni makan nasi dengan kuah pliek U kesukaannya dengan lahap, juga sebuah pelukan hangat sebagai ucapan terimakasih joni untuknya setelah memasak kuah pliek u kesukaannya).

Joni, ibu telah melalui hari yang sulit, sedih, dan kosong! hanya karena merindukanmu. pulang lah?

Ibu pasti akan menyiapkan Kuah Pliek U yang paling enak untuk mu,

sudah lama ibu tidak tersenyum! tersenyum seperti ketika ibu melihat kamu dengan lahapnya makan nasi dengan kuah pliek u kesukaan mu!

Pulanglah untuk ibu?

Ibu Rindukan mu selalu dan selalu akan menangis kalau ibu sedang masak kuah pliek u kesukaanmu.

Hanya senyum mu yang bisa buat ibu tersenyum!

dan kalau kamu bisa pulang sehari aja

ibu pasti tidak akan menangis lagi kalau ibu akan masak kuah pliek u lagi..

* BIODATA PENULIS

Nama : Ade Kurniawan

Tempat/Tanggal Lahir : Pasie Teungoh, 21 september 1986

Comments (0)
Only registered users can write comments!