• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
E-mail Print PDF

 

Harta Membutakan Hatinya

Oleh : Kartini

KPUK : Damai Indah, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie

Pada dasarnya, harta memang menunjang kehidupan manusia.Tak bisa dipungkiri, betapa

besar peranan harta. Tapi sebaliknya harta juga bisa menjadi petaka dalam hidup seseorang. Seperti yang dialami Nina (bukan nama sebenarnya). Kehidupan rumah tangganya harus berakhir tragis.

Kisah ini diawali ketika Nina memutuskan menerima ajakan Yudi (juga bukan nama sebenarnya) untuk menikah. Padahal, saat itu Nina belum selesai kuliah. Yudi pun belum mempunyai pekerjaan tetap. Tetapi cinta telah membutakan segalanya. Pada mulanya orang tua Nina tidak merestuinya. Namun Nina tetap bersikeras, bahwa setelah menikah, Yudi akan bekerja dan Nina akan melanjutkan lagi kuliahnya.

 

Akhirnya orang tua Nina luruh juga. Pesta perkawinan pun digelar dengan meriah. Setelah menikah, Yudi mengajak Nina untuk tinggal di rumah kontrakan. Katanya sih biar mandiri. Lagi pula Yudi telah diterima bekerja di sebuah perusahaan periklanan. Orang tua Nina terpaksa menyetujui permintaan menantunya itu, walau dengan berat hati, karena Nina sudah sah menjadi istri Yudi.

Dua tahun perjalanan rumah tangga mereka, berjalan dengan mulus dan penuh bunga bunga kebahagian, walaupun Nina tidak bisa melanjutkan kuliahnya lagi karena kesibukannya mengurus rumah tangga. Apalagi sejak kehadiran buah cinta mereka, bayi mungil yang diberi nama Rahmat Pratama. Lengkaplah sudah kebahagiaan mereka. Namun perjalanan hidup manusia memang tidak bisa ditebak.

Ketika pada suatu hari, tanpa sengaja Nina membaca sebuah sms yang masuk di HP suaminya. Kata-kata mesra tertulis dengan indahnya. Tanpa menunggu lagi, Nina langsung menanyakan hal itu pada Yudi yang kebetulan baru keluar dari kamar mandi. Jawaban yang diterima sungguh di luar dugaan.Ternyata SMS itu dari perempuan selingkuhannya. Dunia seakan mau runtuh,ketika Nina mendengar jawaban Yudi.

Petakapun mulai datang menghampiri rumah tangga Nina. Di rumah tangga yang dulunya aman dan damai, kini sering dihiasi pertengkaran. Yudi mulai sering berlaku kasar. Tamparan dan pukulan sering Nina terima bila Nina mencoba untuk menegur Yudi yang sekarang ini sudah jarang di rumah. Keuanganpun mulai sulit, karena Yudi lebih banyak menghamburkan uang untuk selingkuhannya.

Isak tangis dan air mata mulai sering terdengar di rumah Nina. Para tetanggapun sudah terbiasa dengan suara pertengkaran mereka, namun enggan untuk mencampuri urusan rumah tangga orang. Padahal mereka sering melihat Nina dengan mata sembab dan muka memar habis dipukuli Yudi. Hiburan yang bisa menyejukkan hati Nina adalah melihat dan mendengar celotehan Rahmat, putra satu – satunya. Walaupun Yudi telah melupakan Nina dan si buah hatinya.

Hari demi hari dijalani Nina dengan penuh siksaan dan ketakutan. Tak ada lagi kedamaian. Suami yang dulu dicintainya menjadi sosok yang menakutkan. Ingin Nina pulang ke rumah orang tuanya, meninggalkan semuanya. Namun itu tak mungkin dilakukannya, karena Yudi adalah pilihan hidupnya. Pernah Nina meminta cerai pada Yudi. Namun tidak pernah dihiraukan Yudi. Kondisi Nina semakin memprihatinkan. Tubuhnya mulai kurus dengan kondisi keuangan yang tak menentu.

Nina mendengar bahwa selingkuhan Yudi adalah seorang janda kaya, pemilik perusahaan tempat Yudi bekerja. Pernah Nina ke kantornya dan berusaha menemui perempuan itu, namun tak pernah berhasil, karena Yudi selalu menghalanginya dan membawa Nina kembali pulang ke rumah. Yudi berkata bahwa uang yang selama ini menghidupi mereka adalah pemberian perempuan itu.

Akhirnya Nina mengambil keputusan untuk kembali ke rumah orang tuanya. Apapun resikonya, ia harus meninggalkan suaminya. Kenangan manis dan terpahit bersama Yudi harus dilupakannya. Walaupun harus bercerai sekalipun. Jalan satu satunya yang terbaik sekarang adalah Nina harus bekerja berdoa kepada Allah dan memohon di beri kekuatan dalam menjalani hari-hari mendatang.

 

Last Updated ( Monday, 26 October 2009 09:42 )  

 

Top Menu


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/ccderd/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

ARTICLE


Warning: Parameter 1 to modMainMenuHelper::buildXML() expected to be a reference, value given in /home/ccderd/public_html/libraries/joomla/cache/handler/callback.php on line 99

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday342
mod_vvisit_counterYesterday544
mod_vvisit_counterThis week342
mod_vvisit_counterLast week4523
mod_vvisit_counterThis month13376
mod_vvisit_counterLast month25038
mod_vvisit_counterAll days847794

Layanan Iklan POTRET

 

Polling

Bagaimana menurut anda POTRET Edisi 53?