• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Salam Redaksi POTRET 53

E-mail Print PDF


Punk Di Negeri Syariat

Para pembaca POTRET Yang Terhormat,

Ketika majalah POTRET merayakan hari ulang tahunnya yang ke 9, pada tanggal 11 Januari 2012 yang lalu, POTRET mengukir sejarah baru yang membuat hati ini menjadi bahagia.  Sejarah sebuah media yang berangkat dari konsep sederhana dan bergerak dari aras paling bawah, yakni dari kelas masyarakat akar rumput (grassroots), kini semakin luas hingga kelas atas. Pada Usia ke 9 ini juga majalah POTRET terus berupaya memanjakan para pembaca dengan memberikan akses yang semakin luas, lewat peluncuran potret-online.com. Padahal, selama ini para pembaca yang tidak bisa mendapatkan POTRET cetakan juga bisa mengakses situs kami, www.ccde.or.id . Namun, sejalan dengan perkembangan zaman, POTRET berupaya menyesuaikan diri.

Banyak pihak yang memberikan dukungan kepada POTRET sebagai satu-satunya majalah perempuan yang terbit di Aceh dan beredar nasional ini agar bisa terus terbit. Dalam kata pembukaannya, Illiza Sa’adudin Djamal, tokoh perempuan yang kini aktif sebagai wakil wali kota Banda Aceh dan  Drs. Tarmilin Usman, Ketua PWI Aceh, menyatakan kebanggaan mereka terhadap POTRET yang bisa bertahan hidup hingga tahun ke 9 ini. Karena sangat jarang media daerah yang bisa bertahan hingga 9 tahun. Mereka memberikan harapan kepada POTRET bahwa mereka akan terus memberikan kontribusi dalam berbagai bentuk seperti meningkatkan kualitas SDM di majalah POTRET. Selayaknya, masyarakat Aceh juga bangga dengan adanya media perempuan yang sedang membangun peradaban menulis yang bernilai intelektualitas ini.

Di tengah kebahagian itu, banyak pihak yang menaruh harapan agar majalah POTRET dan potret-online.com, bisa terus menjadi media yang kritis dan analitis terhadap kondisi lokal di masyarakat Aceh. Hal ini disebabkan oleh semakin banyak pihak yang menggugan negeri syariat ini. Gugatan yang mutakhir adalah hebohnya Aceh dengan masalah anak punk yang ditangkap dan kemudian dibina di SPN Seulawah, yang menuai kritik dari kalangan masyarakat, pegiat dan pejuang hak asasi manusia (HAM) dan juga dari komunitas punk di dunia beserta lembaga Negara lainnya di tanah air dan dunia yang merespon persoalan tersebut. Sehingga pro dan kontra soal anak punk di negeri syariat ini, membuat posisi Aceh sebagai daerah yang kini “ konon” sedang menerapkan syariat Islam sebagai landasan untuk berkehidupan, tersudut dan terus menjadi pusat perhatian masyarakat dunia. Hal ini adalah bahagian dari terbukanya Aceh untuk dunia dan Aceh tentu saja tidak bisa menjadi sebuah wilayah yang ekslusif, apalagi pasca bencana tsunami 26 Desember 2004 lalu. Aceh bukan lagi hanya menjadi milik orang Aceh, tetapi menjadi milik masyarakat dunia, walau sebenarnya tidak ada consensus yang dibuat soal itu lewat aliran bala bantuan yang diberikan untuk Aceh pada saat Aceh harus bangkit dari bencana yang memilukan dan membuat dunia menangis dan berdatangan membawa bantuan untuk masyarakat korban tsunami dan untuk pemerintah Indonesia. Masyarakat Aceh dituntut untuk tidak bersikap lebih terbuka terhadap perubahan, termasuk menerima kehadiran anak punk di negeri Serambi Makkah ini.

Nah, menghangatnya pembicaraan orang soal anak punk tersebut, majalah POTRET ikut berkontribusi dan menganggap perlu  mengkritisi realitas anak punk di negeri Syariat ini.  Maka, majalah POTRET memuat sejumlah tulisan yang sangat menarik mengenai anak punk, mulai dari memberikan pemahaman soal anak punk, penanganan dan juga mencari siapa yang seharusnya bertanggung jawab terhadap kehadiran anak punk di Aceh yang konon merusak negeri syariat ini. Orang tua, tidak bisa lepas tangan, begitu juga masyarakat Aceh.

Kiranya, alangkah bijak, kalau team redaksi tidak menceritakan hal itu di salam redaksi secara lengkap, karena semua cerita yang disajikan dalam berbagai bentuk tulisan tersebut, tersaji lengkap di majalah POTRET edisi 53 yang ditulis oleh berbagai kalangan. Selamat membaca. Berikan kami komentar, kritik dan saran lewat surat, sms dan juga lewat potret-online.com dan website kami www.ccde.or.id Terima kasih kami kepada semua pihak yang telah mendukung eksistensi majalah POTRET.

 

SALAM

TABRANI YUNIS

 

GERAKAN 1000 SEPEDA

E-mail Print PDF

 

SATU SEPEDA, SERIBU JALAN, SEJUTA HARAPAN

Program donasi GERAKAN SERIBU SEPEDA UNTUK ANAK YATIM PIATU DAN MISKIN, ini dirancang sebagai bentuk kepedulian banyak pihak akan kemajuan pendidikan di Aceh. Pada dasarnya secara sederhana program ini digulirkan untuk memberikan bantuan satu (1) unit sepeda bagi siswa/siswi miskin yang ada di seluruh Aceh, yang wilayah tempat tinggalnya memiliki keterbatasan akses transportasi yang sangat besar sehingga menyulitkan mereka untuk mencapai sekolah/ pesantren tempat mereka menimba ilmu.

Proses identifikasi dan verifikasi akan dilakukan oleh teman-teman atau mitra majalah POTRET dan CCDE bersama-sama di lapangan, baik dalam bentuk profil siswa, tingkat kehidupan ekonomi, profil wilayah tempat tinggal ke sekolah dan hal tekhnis lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjamin seluruh donasi yang diberikan akan tepat sasaran.

Sebagai bentuk transparansi kepada publik, nama donatur, jumlah bantuan, nama dan wilayah tempat tinggal serta nama sekolah penerima sepeda akan dipublikasikan pada majalah POTRET dan website resmi CCDE, yaitu: ccde.or.id.

Seluruh pihak, baik atas nama pribadi, perusahaan, sekolah, instansi pemerintah, OMS dan lainnya kami ajak untuk terlibat secara penuh dalam program sosial ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tekhnis keikutsertaan dapat menghubungi redaksi majalah POTRET:

Tabrani Yunis : 0811 68 5623, atau e-mail ke: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it dengan subject: Gerakan 1000 Sepeda,

Donasi untuk program ini dapat dilakukan dengan tiga (3) pilihan cara:

  1. Donasi dalam bentuk satu (1) unit sepeda (untuk standarisasi, model dan merk akan ditentukan)
  2. Donasi dalam bentuk uang tunai sejumlah Rp. 700.000 untuk pembelian satu (1) unit sepeda
  3. Donasi dalam bentuk sebagian uang tunai (sesuai kemampuan) untuk kemudian digabungkan dengan donasi lain sehingga mencukupi nilai Rp. 700.000,-

Donasi dalam bentuk uang tunai dapat dilakukan dengan dua (2) cara:

  1. Transfer rekening melalui BRI Cab. Banda Aceh, NO. REKENING 0037-01-067812-50-6, atas nama YAYASAN PUSAT PENGEMBANGAN MASYARAKAT
  2. Penyerahan tunai ke kantor redaksi majalah POTRET dan CCDE dengan alamat: JL. T. P. NYAK MAKAM, PANGO RAYA-BANDA ACEH

Daftar Penyumbang yang telah berpartisipasi, Siapa Menyusul?

 

 

 

 

One bicycle, a thousand roads, a million hopes

The donation program 'Movement of a thousand bikes for orphans and the poor' has been designed in response to the concern regarding the advancement of education in Aceh. Simply, this program hopes to give one (1) bicycle unit to students/poor students throughout Aceh, whose residence has such limited access to transportation that getting to school is difficult for them.

Process of identification and verification will be done by friends or partners of PORTRET and CCDE together in the field, both in the form of student profiles, financial situation evaluation, profile on the distance from the school, and other technicalities. This will be done to guarantee all donations are on target.

As a form of transparency to the public, the donor name, the total assistance, name and place of residence, as well as the name of the school receiving the bicycles will be published in the POTRET magazine and the CCDE's formal website, ccde.or.id.

All parties, whether personal, school, government, NGOs or others are encouraged to become fully involved in this social program. For more information on participating please contact the editor of POTRET magazine:

Tabrani Yunis : 0811 68 5623, or send e-mail to: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it with subject: Gerakan 1000 Sepeda,

Donations for this program can be made in three ways:

  1. Donations in the form of (1) bicycle unit, (for standardisation, the model and make will be determined
  2. Donations in the form of cash totaling Ro 700,000 to buy one (1) bicycle unit
  3. Donations in the form of cash (according to ability) to be collected with other donations to reach the value of Rp. 700,000.

Donations in the form of cash can be done in two ways:

  1. Bank transfer to BRI Cab. Banda Acah, Account number  0037-01-067812-50-6, in the name of YAYASAN PUSAT PENGEMBANGAN MASYARAKAT
  2. Delivering cash to the editor of PORTRET magazine's office and CCDE. The address is:  JL. T. P. NYAK MAKAM, PANGO RAYA-BANDA ACEH