• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

salam redaksi potret edisi 52

E-mail Print PDF

 


Bulan Tafakur

Para Pembaca POTRET Yang Terhormat,

Selamat berjumpa lagi dengan majalah POTRET edisi ke 52.  Semoga kehadiran majalah POTRET edisi ini, membawa banyak  cerita dan inspirasi untuk melakukan perubahan diri ke arah yang semakin baik. Karena salah satu ciri dari orang yang beruntung dalam ajaran Islam adalah apabila hari ini, lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.  Apakah anda tergolong ke dalam golongan orang-orang yang beruntung? Silakanlah berkontemplasi, lakukan refleksi.

Nah, POTRET edisi ini, hadir bertepatan dengan peringatan 7 tahun bencana tsunami yang memporak-poranda sebagian pantai barat dan timur Aceh, usai diguncang gempa dahsyat yang berkekuatan 8.9 SR pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu. Sebuah tragedy yang sangat memilukan dan sangat tak terhitung nilai kerugian yang dialami masyarakat Aceh. Tragedi ini konon menjadi tragedy bencana alam yang terbesar sepanjang abad, karena menelan korban lebih dari 200 ribu jiwa, mulai dari Aceh, India, Sri Lanka dan Thailand.

Bencana tsunami 26 Desember 2004 adalah sebuah cerita pilu bagi para korban tsunami Aceh, masyarakat Indonesia dan bahkan menjadi kepiluan masyarakat dunia. Sulit rasanya mengungkapkan dengan kata-kata, karena cerita bencana tsunami seakan tidak pernah habis dari ingatan kita. Apalagi bagi mereka yang menjadi korban langsung yang kehilangan harta benda, dan bahkan kehilangan orang-orang yang dicintai, anak, isteri, suami, ayah, ibu, kakek, nenek dan semuanya. Catatan sedih itu menjadi memori tragedy yang tak terlupakan (unforgettable tragedy) dan tragedy yang menguras semua air mata, cinta dan luka yang begitu dalam. Wajar saja, kalau seluruh masyarakat dunia  menumpahkan rasa solidaritas mereka untuk Aceh. Sungguh tak terhingga bala bantuan datang ke Aceh yang ikut merubah wajah Aceh berubah lebih dari 180 derajat. Bisa jadi, tidak pernah ada bantuan seperti ini dalam sepanjang sejarah bencana di belahan bumi ini. Semua orang membuka mata, hati, tenaga dan dompet untuk bisa membantu mengurangi penderitaan masyarakat korban bencana tsunami saat itu. Sangat luar biasa. Adakah kita belajar dari makna solidaritas dunia terhadap kita saat itu?

Para Pembaca POTRET yang kritis,

Sejalan dengan perjalanan waktu yang tidak pernah bisa diajak kompromi, dalam perjalanan waktu dan kesedihan yang sangat berat itu,  tanpa terasa kini  sudah 7 tahun bencana itu berlalu. Bagi sebagaian orang, kesedihan itu sudah dihapus dan tidak perlu dikenang lagi, namun sebagian orang lain, kesedihan masih melekat erat. Mereka bukan untuk dilupakan. Mereka selalu hadir dalam setiap denyut nadi. Maka, bertepatan dengan momentum 7 tahun tsunami ini, kala kata masih belum cukup untuk mengekspresikan segala ceita tentang bencana yang memilukan itu, selayaknya kita melakukan refleksi, mengambil pelajaran dari  semua yang ada terkait tragedy tsunami yang terhadi 7 tahun lalu itu. Di saat banyak orang yang menjadikan momen peringatan tsunami dengan berdoa bersama, mengadakan kegiatan amal dan sebagainya. Selayaknya kita bisa menggali sebanyak mungkin pelajaran dari bencana yang memberikan sejuta pelajaran penting. Percaya atau tidak, bencana tsunami Aceh adalah sebuah revolusi yang mengubah bukan hanya seluruh bangunan fisik, infra struktur, akan tetapi telah merubah secara massive perilaku kebanyakan orang Aceh dalam waktu yang sangat cepat. Wajah Aceh berubah secara drastis, karena di balik kehancuran, lalu datang bala bantuan untuk merubahnya.  Di balik bencana yang menghilangkan ratusan ribu jiwa itu, banyak pula pihak yang meraup keuntungan, bahkan ironisnya korban bencana tsunami yang seharusnya bisa mendapatkan bantuan, yang terjadi malah sebaliknya yang bukan korban malah lebih banyak mendapatkanbantuan, termasuk pemeritah yang seharusnya membangun sendiri, ikut dibangun oleh para dermawan dari berbagai penjuru dunia. NGO yang dahulunya dianggap oposan, lalu menjadikawan dan hakan penolong. Buktinya, saat ini kantor-kantor pemerintah yang dulunya kecil dan tak terurus, kini berdiri megah dengan segala fasilitas yang datang dari sumbangan NGO dan organisasi lainnya. Sementara korban tsunami sendiri, tertatih-tatih membangun kehidupan. Mereka hanya menerima rimah makanan dari bantuan itu. Oleh sebab itu, kalau kita masih punya hati nurani, maka kala kita memperingati momen 7 tahun tsunami, semua orang mau membuka mata, hati dan nurani untuk bertafur dan melihat kembali ke belakang (flash back), atau mencoba merenungkan apakah kita selama ini berlaku adil terhadap para korban tsunami?  Apakah kita semakin siap menghadapi bencana atau sebaliknya menyiapkan bencana untuk mengharapkan datangnya bala bantuan dari pihak luar lagi?.

Kiranya, masih banyak hal yang ingin  ditumpahkan dalam lembaran ini, namun karena banyak pihak yang mengekspresikan tentang kenangan tsunami di edisi ini, sebaiknya para pembaca bisa menyimak semua tulisan yang disajikan di sini. Selamat membaca. Kami nantikan kritik dan saran anda.

Salam

Tabrani Yunis

 

 

GERAKAN 1000 SEPEDA

E-mail Print PDF

 

SATU SEPEDA, SERIBU JALAN, SEJUTA HARAPAN

Program donasi GERAKAN SERIBU SEPEDA UNTUK ANAK YATIM PIATU DAN MISKIN, ini dirancang sebagai bentuk kepedulian banyak pihak akan kemajuan pendidikan di Aceh. Pada dasarnya secara sederhana program ini digulirkan untuk memberikan bantuan satu (1) unit sepeda bagi siswa/siswi miskin yang ada di seluruh Aceh, yang wilayah tempat tinggalnya memiliki keterbatasan akses transportasi yang sangat besar sehingga menyulitkan mereka untuk mencapai sekolah/ pesantren tempat mereka menimba ilmu.

Proses identifikasi dan verifikasi akan dilakukan oleh teman-teman atau mitra majalah POTRET dan CCDE bersama-sama di lapangan, baik dalam bentuk profil siswa, tingkat kehidupan ekonomi, profil wilayah tempat tinggal ke sekolah dan hal tekhnis lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjamin seluruh donasi yang diberikan akan tepat sasaran.

Sebagai bentuk transparansi kepada publik, nama donatur, jumlah bantuan, nama dan wilayah tempat tinggal serta nama sekolah penerima sepeda akan dipublikasikan pada majalah POTRET dan website resmi CCDE, yaitu: ccde.or.id.

Seluruh pihak, baik atas nama pribadi, perusahaan, sekolah, instansi pemerintah, OMS dan lainnya kami ajak untuk terlibat secara penuh dalam program sosial ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai tekhnis keikutsertaan dapat menghubungi redaksi majalah POTRET:

Tabrani Yunis : 0811 68 5623, atau e-mail ke: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it dengan subject: Gerakan 1000 Sepeda,

Donasi untuk program ini dapat dilakukan dengan tiga (3) pilihan cara:

  1. Donasi dalam bentuk satu (1) unit sepeda (untuk standarisasi, model dan merk akan ditentukan)
  2. Donasi dalam bentuk uang tunai sejumlah Rp. 700.000 untuk pembelian satu (1) unit sepeda
  3. Donasi dalam bentuk sebagian uang tunai (sesuai kemampuan) untuk kemudian digabungkan dengan donasi lain sehingga mencukupi nilai Rp. 700.000,-

Donasi dalam bentuk uang tunai dapat dilakukan dengan dua (2) cara:

  1. Transfer rekening melalui BRI Cab. Banda Aceh, NO. REKENING 0037-01-067812-50-6, atas nama YAYASAN PUSAT PENGEMBANGAN MASYARAKAT
  2. Penyerahan tunai ke kantor redaksi majalah POTRET dan CCDE dengan alamat: JL. T. P. NYAK MAKAM, PANGO RAYA-BANDA ACEH

Daftar Penyumbang yang telah berpartisipasi, Siapa Menyusul?

 

 

 

 

One bicycle, a thousand roads, a million hopes

The donation program 'Movement of a thousand bikes for orphans and the poor' has been designed in response to the concern regarding the advancement of education in Aceh. Simply, this program hopes to give one (1) bicycle unit to students/poor students throughout Aceh, whose residence has such limited access to transportation that getting to school is difficult for them.

Process of identification and verification will be done by friends or partners of PORTRET and CCDE together in the field, both in the form of student profiles, financial situation evaluation, profile on the distance from the school, and other technicalities. This will be done to guarantee all donations are on target.

As a form of transparency to the public, the donor name, the total assistance, name and place of residence, as well as the name of the school receiving the bicycles will be published in the POTRET magazine and the CCDE's formal website, ccde.or.id.

All parties, whether personal, school, government, NGOs or others are encouraged to become fully involved in this social program. For more information on participating please contact the editor of POTRET magazine:

Tabrani Yunis : 0811 68 5623, or send e-mail to: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it with subject: Gerakan 1000 Sepeda,

Donations for this program can be made in three ways:

  1. Donations in the form of (1) bicycle unit, (for standardisation, the model and make will be determined
  2. Donations in the form of cash totaling Ro 700,000 to buy one (1) bicycle unit
  3. Donations in the form of cash (according to ability) to be collected with other donations to reach the value of Rp. 700,000.

Donations in the form of cash can be done in two ways:

  1. Bank transfer to BRI Cab. Banda Acah, Account number  0037-01-067812-50-6, in the name of YAYASAN PUSAT PENGEMBANGAN MASYARAKAT
  2. Delivering cash to the editor of PORTRET magazine's office and CCDE. The address is:  JL. T. P. NYAK MAKAM, PANGO RAYA-BANDA ACEH